Berawal dari sebuah perkenalan sederhana yang tidak pernah kami sangka sebelumnya. Saat itu aku berada di Bogor, sementara Mas Andhi sedang bekerja jauh di Montenegro, Eropa. Kami diperkenalkan oleh sahabat kami melalui sebuah video call singkat. Tidak ada yang istimewa pada awalnya, namun dua hari setelah pertemuan itu, hadir sebuah rasa yang sulit dijelaskan. Bukan sekadar rasa suka pada umumnya, tetapi perasaan yang terasa begitu tenang dan dalam di hati.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan kabarnya melalui chat. Dari percakapan sederhana itu, kami mulai semakin dekat. Hari demi hari kami lalui dengan komunikasi yang tak pernah putus, baik melalui chat maupun telepon, meski terpisah jarak dan waktu yang sangat jauh.
Kurang lebih dua bulan setelah kedekatan kami, Mas Andhi bertanya kepadaku,
“ Kamu mau serius ga sama aku? ”
Saat itu kami sedang melakukan video call bersama ibuku. Dengan perasaan yang penuh harap dan keyakinan, aku menjawab,
“ Iya, in syaa Allah aku mau. ”
Alhamdulillah, ibuku pun merestui niat baik tersebut.
Perjalanan kami tentu tidak selalu mudah. Banyak challenge dan ujian yang harus kami hadapi, terlebih karena jarak yang memisahkan kami begitu jauh. Namun semua itu tidak pernah membuat kami menyerah. Justru dari jarak itulah kami belajar tentang percaya, menjaga, dan menguatkan satu sama lain demi satu tujuan yang sama, yaitu menikah.
Uniknya, kami bahkan belum pernah bertemu secara langsung. Lalu bagaimana aku mengenalnya? Aku mengenal sosok Mas Andhi melalui keluarganya. Dan Alhamdulillah, keluarganya menyambut kehadiranku dengan begitu hangat, seolah aku sudah menjadi bagian dari mereka sejak lama.
Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, keluarga Mas Andhi datang bersilaturahmi ke rumahku untuk menyampaikan niat baik Mas Andhi kepada keluargaku. Hari itu menjadi langkah awal yang semakin menguatkan perjalanan kami menuju ibadah terpanjang.
Beberapa bulan kemudian, Mas Andhi akhirnya pulang ke Indonesia. Dengan gagah dan penuh kesungguhan, ia datang bersama keluarganya untuk meminangku secara resmi di hadapan keluarga besarku. Dan di momen itulah, untuk pertama kalinya kami bertemu secara langsung. Sebuah pertemuan yang sederhana, namun penuh haru dan rasa syukur.
Tiga minggu kemudian, tepatnya pada hari Senin, 13 Juli 2026, in syaa Allah kami akan melaksanakan akad nikah. Dengan segala doa dan harapan baik, kami memulai perjalanan ini bukan karena kisah yang sempurna, tetapi karena keyakinan bahwa Allah mempertemukan kami dengan cara terbaik dan pada waktu terbaik-Nya. 🤍